Author: amin

  • Anomali Karhutla Kapolda Sumsel Beberkan Strategi Pencegahan dan penanganan

    Anomali Karhutla Kapolda Sumsel Beberkan Strategi Pencegahan dan penanganan

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
    Palembang. Sumber ilustrasi: SHUTTERSTOCK via KOMPAS.com/Ryan Zulqudsie
    Anomali Karhutla Kapolda Sumsel Beberkan Strategi Pencegahan dan penanganan Karhutla

    Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seolah menjadi ancaman berulang yang membayangi wilayah Sumatera Selatan setiap kali musim kemarau tiba. Namun, memperlakukan Karhutla sekadar sebagai bencana musiman yang pasrah ditunggu adalah sebuah kekeliruan besar. Di tengah perubahan iklim dan dinamika cuaca yang kian ekstrem, penanganan Karhutla menuntut kesiapsiagaan penuh, terstruktur, dan tanpa kompromi.

    Keseriusan dalam memutus rantai bencana ini mengemuka dalam Rapat Penanggulangan Karhutla Sumatera Selatan Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Berlangsung di Ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, forum strategis tersebut menjadi panggung bagi jajaran kepolisian daerah untuk memaparkan komitmen dan langkah nyata di lapangan.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menegaskan bahwa paradigma penanganan Karhutla di wilayahnya telah bergeser secara mendasar. Penanganan Karhutla tidak lagi sekadar bertumpu pada aksi pemadaman saat api sudah membumbung tinggi, melainkan bertransformasi menjadi strategi holistik yang berfokus pada pencegahan dini.

    “Karena Karhutla ini merupakan siklus yang terjadi setiap tahunnya, kami sudah mempersiapkan hal ini mulai dari awal tahun, Bapak Presiden. Pada bulan Februari yang lalu, Bapak Kapolri bahkan hadir mengecek langsung kesiapsiagaan Karhutla sekaligus apel Kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan,” tegas Sandi.

    Langkah antisipatif yang diinisiasi sejak awal tahun menjadi bukti bahwa Polda Sumsel tidak ingin bertaruh dengan waktu. Strategi holistik yang dipaparkan oleh Irjen Pol. Sandi Nugroho mengusung sejumlah pilar utama penanganan:

    Pencegahan Dini dan Deteksi Cepat: Memanfatkan pemantauan titik panas (hotspot) berbasis teknologi serta penguatan patroli darat dan udara sebelum memasuki puncak musim kering.

    Kolaborasi Edukasi Akar Rumput: Menggandeng masyarakat lokal, tokoh adat, dan pelaku usaha perkebunan untuk merubah pola pikir serta menghentikan tradisi pembukaan lahan dengan cara membakar.

    Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Tindakan tegas terhadap oknum maupun korporasi yang terbukti secara sengaja melakukan pembakaran lahan demi efisiensi biaya.

    Langkah terukur ini menegaskan bahwa penanganan Karhutla memerlukan sinergi lintas sektor—mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga kesadaran kolektif masyarakat. Dengan kesiapsiagaan yang dirancang sejak jauh hari, Sumatera Selatan optimistis mampu menekan risiko bencana ekologis, menjaga kualitas udara, dan melindungi masa depan wilayah Bumi Sriwijaya.

  • Anomali Karhutla Kapolda Sumsel Beberkan Strategi Pencegahan dan penanganan

    Anomali Karhutla Kapolda Sumsel Beberkan Strategi Pencegahan dan penanganan

    Konten ini dibuat oleh pengguna Kompasiana. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis dan tidak mewakili pandangan resmi redaksi Kompas.
    Palembang. Sumber ilustrasi: SHUTTERSTOCK via KOMPAS.com/Ryan Zulqudsie
    Anomali Karhutla Kapolda Sumsel Beberkan Strategi Pencegahan dan penanganan Karhutla

    Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seolah menjadi ancaman berulang yang membayangi wilayah Sumatera Selatan setiap kali musim kemarau tiba. Namun, memperlakukan Karhutla sekadar sebagai bencana musiman yang pasrah ditunggu adalah sebuah kekeliruan besar. Di tengah perubahan iklim dan dinamika cuaca yang kian ekstrem, penanganan Karhutla menuntut kesiapsiagaan penuh, terstruktur, dan tanpa kompromi.

    Keseriusan dalam memutus rantai bencana ini mengemuka dalam Rapat Penanggulangan Karhutla Sumatera Selatan Tahun 2026 yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Berlangsung di Ruang VIP Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, forum strategis tersebut menjadi panggung bagi jajaran kepolisian daerah untuk memaparkan komitmen dan langkah nyata di lapangan.

    Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Sandi Nugroho, menegaskan bahwa paradigma penanganan Karhutla di wilayahnya telah bergeser secara mendasar. Penanganan Karhutla tidak lagi sekadar bertumpu pada aksi pemadaman saat api sudah membumbung tinggi, melainkan bertransformasi menjadi strategi holistik yang berfokus pada pencegahan dini.

    “Karena Karhutla ini merupakan siklus yang terjadi setiap tahunnya, kami sudah mempersiapkan hal ini mulai dari awal tahun, Bapak Presiden. Pada bulan Februari yang lalu, Bapak Kapolri bahkan hadir mengecek langsung kesiapsiagaan Karhutla sekaligus apel Kamtibmas di wilayah Sumatera Selatan,” tegas Sandi.

    Langkah antisipatif yang diinisiasi sejak awal tahun menjadi bukti bahwa Polda Sumsel tidak ingin bertaruh dengan waktu. Strategi holistik yang dipaparkan oleh Irjen Pol. Sandi Nugroho mengusung sejumlah pilar utama penanganan:

    Pencegahan Dini dan Deteksi Cepat: Memanfatkan pemantauan titik panas (hotspot) berbasis teknologi serta penguatan patroli darat dan udara sebelum memasuki puncak musim kering.

    Kolaborasi Edukasi Akar Rumput: Menggandeng masyarakat lokal, tokoh adat, dan pelaku usaha perkebunan untuk merubah pola pikir serta menghentikan tradisi pembukaan lahan dengan cara membakar.

    Penegakan Hukum Tanpa Pandang Bulu: Tindakan tegas terhadap oknum maupun korporasi yang terbukti secara sengaja melakukan pembakaran lahan demi efisiensi biaya.

    Langkah terukur ini menegaskan bahwa penanganan Karhutla memerlukan sinergi lintas sektor—mulai dari aparat penegak hukum, pemerintah daerah, sektor swasta, hingga kesadaran kolektif masyarakat. Dengan kesiapsiagaan yang dirancang sejak jauh hari, Sumatera Selatan optimistis mampu menekan risiko bencana ekologis, menjaga kualitas udara, dan melindungi masa depan wilayah Bumi Sriwijaya.

  • Polda Metro Jaya bagikan air dan makanan untuk peserta aksi di Jakarta

    Polda Metro Jaya bagikan air dan makanan untuk peserta aksi di Jakarta

    Polda Metro Jaya bagikan air dan makanan untuk peserta aksi di Jakarta
    Personel Polda Metro Jaya membagikan air minum dan makanan ringan kepada elemen masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR dan Gedung BSI, Kawasan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.

    Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya membagikan air minum dan makanan ringan kepada elemen masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR dan Gedung BSI, Kawasan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pembagian makanan dan minuman secara langsung kepada para peserta aksi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam membangun komunikasi yang baik antara petugas dan masyarakat di lapangan.

    “Kami ingin memastikan penyampaian aspirasi berlangsung dalam suasana yang tertib dan nyaman. Karena itu, di sela pelayanan, personel membagikan air minum dan makanan ringan kepada peserta sebagai bagian dari pendekatan humanis,” kata Budi di Jakarta.

    Lebih lanjut, dia menegaskan komunikasi dan pendekatan humanis terus dikedepankan oleh kepolisian selama kegiatan penyampaian pendapat berlangsung.

    Dia menyebutkan seluruh personel di lapangan telah diarahkan untuk selalu menghormati hak masyarakat dalam berpendapat sekaligus tetap menjaga ketenteraman warga lainnya yang sedang beraktivitas.

    “Polri untuk demokrasi. Silakan sampaikan aspirasi secara damai dan tertib. Kami mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis agar penyampaian pendapat berjalan dengan baik, sementara aktivitas masyarakat lainnya tetap terlindungi,” tegas Budi.

    Dia pun menekankan Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal rangkaian kegiatan penyampaian pendapat pada Kamis untuk memastikan kebebasan berdemokrasi berjalan beriringan dengan kenyamanan aktivitas warga.

    Menurut dia, kepolisian memandang penyampaian pendapat sebagai hak warga negara yang harus dihormati, difasilitasi, dan dilayani dengan baik.

    “Menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan mengawal agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab,” tutur Budi.

    Selain melayani para peserta aksi, dia juga menjunjung komitmen kepolisian untuk menjamin keamanan masyarakat yang tidak ikut berunjuk rasa, sehingga mereka tetap dapat pergi bekerja, bersekolah, dan berdagang tanpa rasa khawatir.

  • Polda Metro Jaya bagikan air dan makanan untuk peserta aksi di Jakarta

    Polda Metro Jaya bagikan air dan makanan untuk peserta aksi di Jakarta

    Polda Metro Jaya bagikan air dan makanan untuk peserta aksi di Jakarta
    Personel Polda Metro Jaya membagikan air minum dan makanan ringan kepada elemen masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR dan Gedung BSI, Kawasan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis (24/9/2026). ANTARA/HO-Humas Polda Metro Jaya.

    Jakarta (ANTARA) – Polda Metro Jaya membagikan air minum dan makanan ringan kepada elemen masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi di depan Gedung DPR/MPR dan Gedung BSI, Kawasan Medan Merdeka, Jakarta, Kamis.

    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pembagian makanan dan minuman secara langsung kepada para peserta aksi tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam membangun komunikasi yang baik antara petugas dan masyarakat di lapangan.

    “Kami ingin memastikan penyampaian aspirasi berlangsung dalam suasana yang tertib dan nyaman. Karena itu, di sela pelayanan, personel membagikan air minum dan makanan ringan kepada peserta sebagai bagian dari pendekatan humanis,” kata Budi di Jakarta.

    Lebih lanjut, dia menegaskan komunikasi dan pendekatan humanis terus dikedepankan oleh kepolisian selama kegiatan penyampaian pendapat berlangsung.

    Dia menyebutkan seluruh personel di lapangan telah diarahkan untuk selalu menghormati hak masyarakat dalam berpendapat sekaligus tetap menjaga ketenteraman warga lainnya yang sedang beraktivitas.

    “Polri untuk demokrasi. Silakan sampaikan aspirasi secara damai dan tertib. Kami mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis agar penyampaian pendapat berjalan dengan baik, sementara aktivitas masyarakat lainnya tetap terlindungi,” tegas Budi.

    Dia pun menekankan Polda Metro Jaya mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis dalam mengawal rangkaian kegiatan penyampaian pendapat pada Kamis untuk memastikan kebebasan berdemokrasi berjalan beriringan dengan kenyamanan aktivitas warga.

    Menurut dia, kepolisian memandang penyampaian pendapat sebagai hak warga negara yang harus dihormati, difasilitasi, dan dilayani dengan baik.

    “Menyampaikan pendapat merupakan hak masyarakat yang harus dihormati. Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan mengawal agar aspirasi dapat disampaikan dengan aman, damai, tertib, dan bertanggung jawab,” tutur Budi.

    Selain melayani para peserta aksi, dia juga menjunjung komitmen kepolisian untuk menjamin keamanan masyarakat yang tidak ikut berunjuk rasa, sehingga mereka tetap dapat pergi bekerja, bersekolah, dan berdagang tanpa rasa khawatir.

  • Polda Metro Jaya Apresiasi KBPBI dan KSPSI Sampaikan Aspirasi dengan Tertib

    Polda Metro Jaya Apresiasi KBPBI dan KSPSI Sampaikan Aspirasi dengan Tertib

     

    RRI.CO.ID, Jakarta – Polda Metro Jaya mengapresiasi kelompok buruh yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Ketertiban peserta turut menjaga penyampaian aspirasi berjalan berdampingan dengan aktivitas masyarakat di kawasan Dukuh Atas.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyampaian pendapat merupakan bagian kehidupan demokrasi yang perlu dihormati. Apresiasi diberikan kepada Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

    “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada saudara-saudara kita dari KBPBI dan KSPSI. Mereka telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai,” ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

    Selama kegiatan berlangsung, personel kepolisian mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis kepada peserta penyampaian aspirasi. Pelayanan juga dilakukan untuk menjaga mobilitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan tetap berjalan.

    “Penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat dalam demokrasi. Kami menghargai komitmen peserta menjaga ketertiban serta menghormati masyarakat lainnya,” katanya.

    Pengaturan dan rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. Polda Metro Jaya juga menyampaikan permohonan maaf apabila pengaturan tersebut berdampak terhadap perjalanan masyarakat.

    “Kami mohon maaf apabila perjalanan atau aktivitas masyarakat sedikit terganggu. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib,” ucapnya.

    Polda Metro Jaya turut mengajak kelompok yang masih menyampaikan aspirasi untuk menjaga kegiatan tetap damai dan tertib. Peserta juga diminta menghormati masyarakat lainnya, menjaga fasilitas publik, serta mengikuti arahan petugas.

    “Kepentingan masyarakat lainnya tetap kami layani. Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama seluruh masyarakat,” ujarnya.

  • Polda Metro Jaya Apresiasi KBPBI dan KSPSI Sampaikan Aspirasi dengan Tertib

    Polda Metro Jaya Apresiasi KBPBI dan KSPSI Sampaikan Aspirasi dengan Tertib

     

    RRI.CO.ID, Jakarta – Polda Metro Jaya mengapresiasi kelompok buruh yang telah menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai. Ketertiban peserta turut menjaga penyampaian aspirasi berjalan berdampingan dengan aktivitas masyarakat di kawasan Dukuh Atas.

    Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan penyampaian pendapat merupakan bagian kehidupan demokrasi yang perlu dihormati. Apresiasi diberikan kepada Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI) dan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI).

    “Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada saudara-saudara kita dari KBPBI dan KSPSI. Mereka telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan damai,” ujarnya dalam keterangannya, Jakarta, Kamis, 24 September 2026.

    Selama kegiatan berlangsung, personel kepolisian mengedepankan komunikasi dan pendekatan humanis kepada peserta penyampaian aspirasi. Pelayanan juga dilakukan untuk menjaga mobilitas masyarakat di sekitar lokasi kegiatan tetap berjalan.

    “Penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat dalam demokrasi. Kami menghargai komitmen peserta menjaga ketertiban serta menghormati masyarakat lainnya,” katanya.

    Pengaturan dan rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan. Polda Metro Jaya juga menyampaikan permohonan maaf apabila pengaturan tersebut berdampak terhadap perjalanan masyarakat.

    “Kami mohon maaf apabila perjalanan atau aktivitas masyarakat sedikit terganggu. Pengaturan lalu lintas dilakukan secara situasional agar penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib,” ucapnya.

    Polda Metro Jaya turut mengajak kelompok yang masih menyampaikan aspirasi untuk menjaga kegiatan tetap damai dan tertib. Peserta juga diminta menghormati masyarakat lainnya, menjaga fasilitas publik, serta mengikuti arahan petugas.

    “Kepentingan masyarakat lainnya tetap kami layani. Terima kasih atas pengertian, kesabaran, dan kerja sama seluruh masyarakat,” ujarnya.